Pages

Friday, November 14, 2008

cintaku tlah hilang



saat ini aku tidak sedang menjual kesedihan,
sebab ini hanyalah ungkapan perasaanku dulu
disaat Cinta Itu Hilang Dalam Hidupku....
ketika pertama kali datang,
aku merasa dia seperti lentera di kegelapan malam,
terang benderang menyinari semua ruang...
tetapi disaat itu pula aku merasa takut dia akan hilang,
sebab Sang Lentera menjadi rebutan semua orang...
memang, seiring perputaran waktu,
kenyataan itupun datang...
terkadang dia masih hadir,
tetapi bukan dihatiku,
terkadang dia datang,
tetapi bukan untukku seorang,
terkadang dia dekat,
tetapi hanyalah tuk sesaat...
dan ketika dia benar-benar pergi,


....

Masa lalu adalah Kenangan,
Masa datang adalah Keinginan,
dan Masa Sekarang lah Kehidupan
yang lagi dijalani.
Semoga semuanya takkan hilang

walaupun kenangan itu
masih diratapi,
Ke inginan itu masih berada dalam mimpi,
dan kehidupan itu masih tertatih dalam seribu asa yang suram.
Mencoba memaknai hidup di setiap rintihan tangis dan tetesan peluh.
Semoga Tuhan mempunyai jalan yang terbaik.
AMIN

mentari

lihatlah ...
bulan masih mengambang
dan kita pun berhenti di pinggir jalan

disini membuka mataku
dan layu sekuntum mawar
yang hendak kuberi padamu

mengapa .. ?
kau membuat ku serba salah
melayani perasaan


akankah ?

akan kah kusimbakkan
tirai kehidupan
penghalang pandangan mataku

akan kah kan terhenti
langkah langkah kaki
mengikuti hari dan waktu ku


aku hanya sebuah insan

aku adalah insan yang tak punya
kilauan emas permata
lalu ku genggam badai dan gelombang
atau gunung yang menjulang

pujangga mengatakan
genggamlah dunia
agar hidup tak percuma
kubawa kedamaian
dipersada jiwa
sinar menyulut dunia

ku apakan cintaku ?

aku terduduk letih
disebuah tepian hamparan
kering, tandus, dan gelap

aku mencoba berdiri
tapi lutut terasa ngilu
semua sendi terasa mati
aku tak bisa bangkit

hatiku, yang pernah terbuka untukmu
kini telah tertutup rapat
terkunci dan akan tetap terkunci

merpati itu telah jatuh
tersungkur dan sekarat
dan hanya menunggu
hingga ajal menjemput